Minggu, 25 Januari 2015

Menjelang Ujian, Masih Zaman Pacaran?

Zaman sekarang fenomena pacaran memang merajalela. Bukan hanya dikalangan orang dewasa, bahkan anak remaja sudah berani melakukan hal itu. Lantas bagaimana jika mereka pacaran menjelang Ujian Nasional? Apakah baik dampak yang ditimbulkan atau justru mengundang banyak keburukan bagi persiapan ujian? Semua konsekuensi tentu saja ada bagi yang  memilih pacaran ataupun tidak, terlebih jika pacaran menjelang Ujian Nasional pasti banyak menyita waktu belajar,  waktu untuk diri sendiri bahkan waktu untuk keluarga.
Pacaran memang tidak selamanya merajuk kepada hal negatif. Contohnya saja kita dapat menjadikan pacar kita sebagai inspirasi dan dorongan psikis agar kita giat belajar karena kita malu jika mendapat nilai jelek, tidak naik kelas, atau tidak lulus ujian. Hal tersebut tentu saja membuat kita lebih giat dalam belajar untuk mendapatkan nilai yang memuaskan dan terlihat baik dimata dia.
Tetapi pada kenyataan yang ada saat ini justru pacaran memiliki dampak yang sangat buruk, terutama bagi pelajar yang tengah memperisapkan diri untuk ujian nasional. Mengapa demikian? karena jika kita memiliki pacar tentu saja waktu kita belajar menjadi kurang optimal, pikiran kita lebih cenderung ingin cepat selesai belajar atau membaca buku agar bisa berbalas pesan singkat dengan pacar kita, dan pada akhirnya semakin lama semakin sempit waktu kita untuk belajar yang lebih mengerikan lagi kita lebih mengutamakan pacaran dibandingkan belajar padahal ujian nasional sudah didepan mata. Menurut survei kecil yang saya lakukan 8 dari 10 orang dari mereka tidak terlalu antusias dengan pacaran dikala mendekati ujian, banyak hal positif yang masih bisa dikerjakan selain pacaran seperti mengikuti les, membantu orang tua, atau mencari informasi seputar universitas. Memang benar pacaran pada saat-saat seperti ini bukanlah hal yang tepat, bayangkan saja disaat teman-teman seperjuangan sibuk untuk mempersiapkan masa depan kita malah asyik dengan pacar yang belum tentu menjadi pendamping kelak, ketika mereka sibuk mengejar karir yang cemerlang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga kita malah asyik menghabiskan orang tua dengan mengajak jalan-jalan pacar. Tentu saja itu bukan hal yang diinginkan orang tua, melihat anaknya tidak sungguh-sungguh dalam menata masa depan, pastinya orang tua akan sangat kecewa dengan hal yang kita lakukan, membuang-buang waktu muda untuk hal yang tidak baik lebih tepatnya. Terlalu rugi membuang waktu dimasa muda untuk hal yang tidak penting, kita tentu akan menyesal kelak jika kita tidak sungguh-sungguh belajar dan menata karir pada saat ini, dimana teman-teman kita yang dulu belajar dengan sungguh-sungguh telah sukses sedangkan kita hanya menjadi orang biasa saja, tentu itu bukan hal yang kita inginkan.Seperti yang dikutip oleh penulis novel Tere Liye "
Jomblo tidak akan membuat kalian mati kelaparan, meski tidak ada yang mengingatkan "sudah makan apa belum, beb?". Jomblo juga tidak akan membuat kalian lalai shalat, meski tidak ada yang mengingatkan, "sudah shalat belum, sayang?". Juga tidak akan membuat kalian bangun kesiangan, gara-gara tidak ada yang membangunkan lewat sms atau telepon, "sudah bangun belum, hubby?". Apalagi, tidak akan membatalkan kalian juara kelas, gara-gara tidak ada yang mengingatkan besok ulangan umum, "udah belajar belum, beb?".
Tenang saja. Bersabar. Fokus saja belajar, merintis karir, pekerjaan. Besok lusa kalau ketemu jodohnya, menikah, kalian bisa merasakan hal-hal tersebut lebih berkah dan penuh ibadah. Jangan tertipu oleh ilusi keinginan sesaat punya pacar" tentu saja dengan membaca kutipan tersebut kita bisa banyak belajar menikmati masa muda dengan merintis karir, mencari banyak prestasi, menjalin hubungan relasi dengan berbagai kalangan, dan fokus untuk membahagiakan orang tua.
Pada intinya, pacaran secara hukum islam sangat di haramkan karena mendekati zina, terutama bagi remaja seperti kita yang harus bersiap menata masa depan tentunya pacaran itu bukan hal positif yang bisa membangkitkan prestasi kita, tetapi bukan apatis terhadap pacaran, menyukai seseorang tentu saja boleh hanya saja kita jadikan orang tersebut sebagai penyemangat dalam belajar dan mengejar prestasi. Penyemangat itu bukan hanya seorang pacar, orang tua dan tekad untuk sukses bisa dijadikan penyemangat untuk menghasilkan masa depan gemilang. Jadi, apa masih zaman pacaran menjelang ujian?

Rabu, 22 Oktober 2014

Disusahkan oleh prinsip sendiri

Prinsip.....pernahkah kita berprinsip atau berjanji dengan diri sendiri? lantas apa yang akan dilakukan jika kita melanggar prinsip hidup yang telah kita sepakati dengan diri senidir? sebelumnya apakah kalian pernah berfikir mengenai prinsip yang terkadang kenapa kita membuat n ya jika pada akhirnya ini hanya menyusahkan diri sendiri?
Prinsip..... apakah itu prinsip?
Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak.
Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah obyek atau subyek tertentu. prinsip seringkali dijadikan acuan untuk kita menjalani hidup ini. seringkali kita berprinsip terhadap hal yang aneh, misalnya saja kita berprinsip bahwa kita tidak ingin balik lagi dengan mantan, tapi saat kita gagal move on kita malah termakan oleh prinsipnya sendiri dan balik lagi menjalin hubungan dengan mantan pacar.
sobat bloggers, tulisan saya kali ini sebetulnya tentang isi hati saya yang lama bergelut dengan prinsip. konflik batin yang tak henti menghantui setiap saat dihidup saya, saya ingin meringankan beban batin ini dengan membagi kisah kepada sobat bloggers semua. saya pernah berprinsip dalam hidup bahwa saya tidak akan pernah jatuh cinta pada sahabat sendiri, tetapi setelah masuk masa-masa SMA saya termakan oleh prinsip dalam hidup saya. awal masa-masa SMA saya bersahabat dengan banyak lawan jenis dan itu biasa-biasa saja, memasuki taahun ke dua saya merasa nyaman dengan seorang laki-laki yang saya sudah angggap menjadi sahabat saya, lama waktu bergulir saya semakin dekat dan timbullah perasaan itu, perasaan yang tak seharusnya datang dan menghancurkan prinsip yang telah susah payah saya pertahankan. keadaan nya tidak semudah itu sobat bloggers, mungkin kalian berfikir ungkapkan saja perasaan dan semuanya akan baik, tapi pada nyatanya dia telah memiliki seorang kekasih yang dia cintai sejak kelas X, tetapi mereka baru mengikrarkan hubungan pada saat kelas XI, pasti kalian berfikir "apa susahnya mengungkapkan, kan tidak minta pacaran, hanya sebatas menenangkan hati dan meluapkan beban yang ada" tapi perlu kalian ketahui bahwasannya dia (laki-laki itu) pernah disukai oleh sahabat ku(wanita) yang lain, mana mungkin aku menikamnya dengan belati? kini aku tak bisa berbuat apa-apa selain mencurahkan segala beban batin yang menyelimuti ini di dalam tulisan blog pribadiku, aku harap orang yang aku maksud di dalam tulisan ini tak pernah membacanya, karena aku takut peasaan ini akan merusak seluruh persahabatan yang susah payah kita perthankan, tapi aku bertekad untuk mengungkapkan rasa, iya aku harus mengungkapkannya, tapi nanti ketika aku dan dia tak lagi ada pada bangunan sekolah yang sama. Tentang rasa ini biar aku pendam, aku tak peduli sesakit apa. yang aku tahu aku menikmati setiap kebersamaan dan rasa nyaman yang dia berikan saat bersama ku. ingin sekali aku tulis nama lelaki itu, sayang seribu sayang itu hanya ada dalam angan.
Tulisan ini aku dedikasikan untuk sahabat ku, yang tak seharusnya aku cintai lebih dari seorang sahabat.
Dari wanita pemendam rasa cinta, rindu, dan cemburu. untuk mu MR.A http://http://id.wikipedia.org/

Kamis, 25 September 2014

Introduce Bloggers

Assalamualaikum, hallo sobat bloggers.Saya pengguna awal blog pribadi dan saya bahagia bisa membuat blog pribadi ini.Sebelumnya saya akan sedikit bercerita mengenai diri saya hingga saya memutuskan untuk membuat blog pribadi ini. Saya Sifa Muthiah sobat semua bisa memanggil saya Sifa, wanita berjilbab yang berumur 17tahun, saya sangat teramat suka pada seni tulis, saya punya kumpulan notice dan puisi yang saya buat ketika saya sedang jenuh, ketika saya melihat orang yang suka atau apapun yang sedang saya rasakan, saat ini saya sedang menaruh hati pada salah satu pemain bola yakni kiper timnasU19 Ravi Murdianto. Saya banyak menuliskan tentang rasa yang sedang saya rasa terhadap dia, saya ingin dia tahu, saya sudah berusaha untuk mencoba dekat dan berkomunikasi dengan dia via twitter, tapi tidak ada respon yang baik, sampai akhirnya salah seorang teman saya mempunyai blog pribadi dan saya tertarik untuk punya dan menuliskan semua tentang dia pada blog saya dengan harapan agar dia dapat melihat. Semoga Ravi dapat melihat dan memaknai setiap bait indah yang saya siapkan untuk dia, yang saya rangkain dengan penuh cinta dan rasa haru terhadapnya. Jadi pada intinya blog pribadi saya ini disiapkan untuk bait-bait indah, serta informasi mengenai apapun yang dapat saya bagi kepada sobat bloggers. Oiya ada satu yang belum saya ceritakan mengenai sekolah saya yaitu salah satu sekolah aliyah negeri yang berada di kota Bogor. Saya sangat menikmati 3tahun pada masa SMA ini, terutama karena saya ditakdirkan untuk mengenal sahabat-sahabat terbaik yang selalu mengisi hidup saya, dan betapa bahagia nya ketika saya bergabung pada ekskulyang disebut GAJAMANS pasukan pers muda berbaju hitam yang  selalu disegani. Sobat bloggers dapat menemui saya pada akun akun sosial saya seperti twitter atau facebook,yaitu @Sifatiq dan Sifa Muthiah II, sobat bloggers juga dapat berbagi kisah atau informasi apapun dengan saya, dan saya juga akan membagi kisah,informasi serta kelembutan bait-bait puisi kepada kalian. ini postingan pertama saya semoga saya dapat terus mengisi postingan pada blog saya dengan hal-hal yang bermanfaat. Terimakasih.Wassalamualaikum